Tidak akan salah jika saya menganggap traveling adalah sumber kebahagiaan, kecuali saya menuliskan traveling satu-satunya sumber kebahagiaan. Dan akan salah jika Anda tidak menganggap diri Anda seorang traveler, karena bagian dimana Anda berangkat meninggalkan kediaman menuju Rumah teman, Sekolah, Kampus bahkan kantor adalah bagian dari petualangan Anda, dan bagian terbesar yang mencakup semuanya adalah kehidupan Anda, terhitung dari Anda lahir hingga beristirahat dengan tenang. Secara mendasar setiap pribadi terlahir sebagai petualang yang memiliki perjalanan hidup.
Bagi saya, yang terpenting dari suatu perjalanan bukan hanya untuk sampai ke tujuan, melainkan proses dari saat start hingga finish, dalam sebuah proses Saya dapat menemukan banyak hal, dan yang terpenting dari semua hal itu adalah jati diri, dengan menikmati proses, banyak sekali hikmah yang akan Anda dapatkan, bagian lainnya adalah bertemu dan bersahabat dengan orang asing. Jika Anda melakukan perjalanan hanya untuk tiba di tujuan, satu saat anda akan kecewa, karena tidak semua tujuan bisa dicapai dan tidak semua perjalanan bisa terselesaikan.
Saya bukan seorang traveler yang ahli, saya bukan seorang bintang, saya tidak menemukan kebahagiaan dalam rangka liburan, melainkan mengagumi keindahan alam dimana saya belum pernah berdiri sebelumnya, karena tiap tempat memancarkan keindahan yang berbeda. tahukah Anda, semua sunset sama dengan dominasi pantulan cahaya merah, orange dan kuning? tapi mengapa kita selalu merasakan sunset yang berbeda? setiap cahaya yang menerpa tubuh kita akan menghasilkan suasana yang tak sama meskipun menimbulkan kenangan. Anda mulai mengerti maksud Saya.
Memaknai suatu perjalanan tidak harus puitis, apa yang bisa dan boleh kita petik itu yang kita ambil, dan apa yang kita ambil bukan apa yang kita inginkan melainkan apa yang kita butuhkan, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, untuk menemukan inspirasi serta untuk sadar akan makna kehadiran kita, hingga akhirnya secara tidak sadar kebahagiaan tidak mampu meninggalkan kita.
Saya tidak pernah menentukan jalan hidup saya akan menjadi seorang backpacker, Dunia yang saya jalani mengantarkan saya kesana. Saya pernah bertanya seperti Anda, Darimana biaya perjalanannya? apakah dia tidak bekerja? mengapa hidupnya sangat santai, tanpa hentinya bertamasya? satu kalimat untuk semua pertanyaan tersebut adalah "traveler/backpackers menemukan hobi yang dibayar."
Jadi traveling, adalah hobi sekaligus pekerjaan mereka, dan mereka melakukan itu secara rutin, kebahagiaan mengikuti mereka, namun menurut pengalaman Saya, dimana beberapa refrensi juga termasuk didalamnya menyimpulkan bahwa, Hobi yang menjadi rutinitas tidak mempengaruhi tingkat kebahagiaan, rasa syukurlah yang menjadi faktor utama.
Berikut 2 buah video yang berisi perjalanan saya menuju dua pulau kecil di Sulawesi Selatan, Semoga Anda Suka.



0 komentar:
Post a Comment