Video, writer and Drawed By Iswahyudi Hatta
Selama lebih sebulan saya turut serta meliput kegiatan Bpk. Nurdin (NH) Halid, sekedar menuntaskan tugas saya untuk meliput kegiatan Safari Ramadhannya, hingga kegiatan setelahnya, seperti Halal Bi Halal dan sebagainya.
Saya Orang yang sama dengan para pembaca pada umumnya, dibenak saya, sosok ini kontroversial dengan segala pemberitaan buruk media tentangnya. Dalam tulisan ini, saya tidak bermaksud untuk menambah atau mengurangi... mengimbuh ataupun menyanggah pemberitaan tersebut. Sekedar membicarakan kebaikan.
Kebaikan Beliau yang saya temukan di tengah-tengah dari keseluruhan perjalanan saya dalam "sekedar menuntaskan tugas", Saya melihat ada ketulusan serta semangat yang membara dari Calon Gubernur Sulsel tersebut, dalam Programnya membangun Sulsel berdasar azas keadilan yang kerap Ia koarkan.
Tidak mudah membicarakan kebaikan Beliau ditengah hingar bingar serta sangar media yang memberitakan keburukannya, apalagi saya yang secara basically, bukan siapa-siapa. Misi Saya sama, yaitu keadilan untuk ditegakkan.
Kemudian, dari Kata "sekedar" saya ubah menjadi "Secara Mulia".
Secara Mulia dalam menuntaskan tugas, berikut sedikit fakta yang dapat saya sampaikan.
Sebelumnya, (Terima Kasih) saya ucapkan kepada pembaca serta semua tokoh yang telah menginspirasi saya dalam hal kebaikan.
Watampone
17 November
1958, Terlahir
seorang
laki-laki
dari
keluarga
sederhana,
Ayahnya
H.
A.
Halid
yang
berprofesi
sebagai
guru
di
Bone
dan
Ibunya
Hj.
A.
Haking,
seorang
Ibu
rumah
tangga.
Lulus dari SMEA
Nergeri Watampone tahun 1976, kemuadian melanjutkan pendidikannya di IKIP Ujung
Pandang.
Untuk menjadi
pelaut ulung
memang diperlukan
badai untuk
menghadang, sebab
tidak ada
pelaut ulung
yang lahir
dari laut
tenang. Ibarat
Nahkoda yang
bahkan rela
tenggelam bersama
kapalnya, H. AM Nurdin Halid, akrab dipanggil NH
Rela mempertaruhkan
kehidupannya demi
cita-cita
luhur yang
Ia perjuangkan.
Sosok kontroversial NH yang merangkak naik, kemudian jatuh bangun dalam hidupnya. Pada tahun 1999 kariernya meningkat. NH, terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) hingga sekarang ini, bahkan NH telah menjabat
sebagai wakil presiden Koperasi Asia-Pasifik. Ibarat sebuah pohon, semakin tinggi, semakin kencang pula angin menerpanya. dari 1999 hingga 2008 nyaris seluruh hidupnya hanya berurusan dengan badai hukum.
Ia yang selalu bangun dan berdiri tegak setiap kali jatuh, itulah petarung sejati. Ia lelaki Bugis-Makassar, terkutuk untuk menjadi seorang petarung. Dialah Nurdin Halid, sosok unik dan fenomenal, seorang anak kampung, lahir dan dibesarkan dengan tradisi dan kearifan kampung di Bone, sosok yang menitih karier dari bawah menuju jalur koperasi. Seorang petinggi dari Partai Golkar yang malang melintang di kancah perpolitikan Nasional, yang eksis sejak zaman Oerde Baru hingga zaman Jokowi.
Deretan prestasi NH tidak cukup dihitung jari,
Antaranya,,, pada tahun 1983, menjabat sebagai Manager Pusat Pelayanan Koperasi (KPP), Tahun 1996, NH menggandeng Tommy Soeharto, Bos Humpus untuk mendirikan pusat perkulakan pertama di Makassar yaitu GORO dimana komposisi sahamnya 65% milik Puskud dan 35% di-share kepada anggota KUD.
Menjadi Kepala Perwakilan Puskud Hasanuddin di Gowa sejak 1998 . Satu tahun menjabat, kala itu NH berhasil meningkatkan omzet PUSKUD sebsar 41% yaitu dari Rp 17 miliar menjadi Rp 29 miliar. Demikian pula pada sisa hasil usaha (SHU) dari Rp 309 juta menjadi Rp 2,4 miliar. meningkat 87%. di masa NH pula Puskud Hasanuddin berhasil mengembangkan ekspor biji kopi ke Eropa.
NH bak Nahkoda di Bahtera PSM, kala itu rumor terkait pendanaan PSM mengalir, hanya “Orang gila” yang mau mengurusi sepak bola. Menjadi Manajer Tim PSM untuk LIGINA II musim kompetisi 1995/1996. terobosannya adalah mengontrak pemain asing, menggoncang Tanah air dengan mendatangkan tiga pemain Brasil sekaligus di Stadion Mattoanging, Markas PSM. Hasilnya Nurdin mengantar PSM berlaga di putaran final di Stadion Gelora Senayan. Musim 2000/2001, NH berhasil mengantar PSM menjadi juara LIGINA untuk pertama kalinya.
Pula, Ketua bidang bidang PSSI periode 2000-2003, PSSI juara Piala Kemerdekaan di Jakarta pada tahun 2000 serta berhasil meloloskan PSSI di putaran final Piala Asia di lebanon. secara demokrasi NH menjadi Ketua Umum PSSI dalam dua periode secara berturut-turut, 2003-2007 dan 2007-2011, NH mengembangkan alternatif pembiayaan seperti mengusahakan sponsor dan kontrak jual beli pemain, selain itu Ia bersama pengurusnya merancang tidak kurang dari 2000 pertandingan dalam setahun.
NH bukan hanya sukses dibidang
ekonomi, serta bidang olahraga atau sepak bola pada khususnya. Ia juga melejit
dan karirnya cemerlang lewat politik. Terbukti NH menjabat sebagai Ketua Harian
DPD Partai Golkar serta Ketua DPD I Partai Golkar Provinvsi Sulawesi Selatan.




0 komentar:
Post a Comment